Senin, 11 Juni 2012

SAP penyakit LUPUS







SATUAN ACARA PENYULUHAN

Bidang studi                  : Ilmu Keperawatan Dasar
Topik                           : Lupus
Sasaran                        : Masyarakat Sango, Ternate, Maluku Utara
Tempat             : Puskesmas Balita
Hari/Tanggal                 : 05, 06 Juni 2012
Waktu                          : 1 x 30 Menit

1.      Tujuan Instruksional Umum
Untuk meningkatkan pengetahuan semua pengunjung Puskesmas Balita tentang Penyakit Lupus.
2.      Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang pneumonia diharapkan semua pengunjung Puskesmas Balita dapat:
a.     Menyebutkan Pengertian Lupus
b.    Menyebutkan Penyebab Lupus
c.     Menyebutkan Tanda dan Gejala Penyakit Lupus
d.    Menjelaskan Pencegahan Lupus
e.     Menyebutkan Pengobatan/Penatalaksanaan Lupus
3.      Sasaran
Semua Semua Masyarakat Sango Yg berkunjung di Puskesmas Balita
4.      Materi
  1. Pengertian Lupus                                   e.   Diagnosa Lupus
  2. Tanda dan Gejala Penyakit Lupus         f.    pencetus lupus kambuh
  3. Penyebab Penyakit Lupus                      g.   Pengobatan/Penatalaksanaan Lupus
  4. Pencegahan Lupus                                  h.   Efek samping yang sering dirasakan
5.      Metode
Ø  Ceramah dan Tanya jawab
Ø  Flipchart
Ø  Demonstrasi
6.      Media
1.      LCD                 3. Screen
2.      Laptop             4. Leaflet
7.      Kegiatan Penyuluhan
NO
WAKTU
KEGIATAN PENYULUHAN
KEGIATAN PESERTA
1
5 Menit
Pembukaan:
Ø Memperkenalkan diri

Ø Menjelaskan tujuan dari penyuluhan.
Ø Melakukan kontrak waktu.
Ø Menyebutkan materi penyuluhan yang akan diberikan

Ø  Menyambut salam dan mendengarkan
Ø  Mendengarkan

Ø  Mendengarkan
Ø  Mendengarkan

2
12 Menit
Pelaksanaan:
Menjelaskan tentang pengertian Lupus
Ø Menjelaskan tentang penyebab Lupus
Ø Menjelaskan tentang tanda dan gejala penyakit Lupus
Ø Menjelaskan tentang pencegahan Lupus
Ø Menjelaskan tentang penanganan Lupus
Ø Memberikan kesempatan pada semua pengunjung Puskesmas Balita untuk bertanya

Ø  Mendengarkan dan memperhatikan
Ø  Mendengarkan dan memperhatikan
Ø  Mendengarkan dan memperhatikan

Ø  Mendengarkan dan memperhatikan
Ø  Mendengarkan dan memperhatikan
Ø  Bertanya dan menjawab pertanyaan yg diajukan
3
10 Menit
Evaluasi :
Menanyakan pada semua pengunjung
Puskesmas Balita tentang materi yang
diberikan dan reinforcement kepada
semua pengunjung Puskesmas Balita
bila dapat menjawab & menjelaskan
kembali pertanyaan/materi

Ø  Menjawab dan menjelaskan pertanyaan
4
3 Menit
Terminasi :
Ø Mengucapkan terimakasih kepada
      semua pengunjung Puskesmas Balita
Ø Mengucapkan salam

Ø   Mendengarkan dan membalas salam


8.      Kriteria Evaluasi
*      Kriteria struktur :
ü  Peserta semua pengunjung Puskesmas Balita.
ü  Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di Puskesmas Balita.
ü  Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan saat penyuluhan.
*      Kriteria Proses :
ü  Mempersiapkan materi dan mengkonsulkan pada pembimbing
ü  Semua pengunjung Puskesmas Balita antusias terhadap materi penyuluhan.
ü  Semua pengunjung Puskesmas Balita konsentrasi mendengarkan penyuluhan.
ü  Semua pengunjung Puskesmas Balita mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara lengkap dan benar.
*      Kriteria Hasil :
ü Semua pengunjung Puskesmas Balita mengetahui tentang pengertian Lupus
ü Semua pengunjung Puskesmas Balita mengetahui tentang penyebab Lupus
ü Semua pengunjung Puskesmas Balita mengetahui tentang tanda dan gejala Lupus
ü Semua pengunjung Puskesmas Balita mengetahui tentang tindakan pencegahan                 Lupus.
ü Semua pengunjung Puskesmas Balita mengetahui tentang tindakan pengobatan/penatalaksanaan Lupus.
9.      Pengorganisasian
Ø  Pembawa Acara         : Siti Nurbaya S.kep Ns M.kes
Ø  Pembicara                  : Iswan Ibrahim dan Indah Restika
Ø  Fasilitator                   : Jamil Miraj
Ø  Observer                    : Haedar





MATERI SATUAN PENGAJARAN
Penyakit Lupus
A.   Pengertian penyakit Lupus
Penyakit Lupus secara umum merupakan kelainan yang bersifat kronik pada masalah imunitas tubuh. Manusia memiliki sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk menyerang benda asing, virus, bakteri atau kuman yang dapat menyebabkan penyakit. Tetapi, pada penderita penyakit Lupus, sistem kekebalan yang harusnya berfungsi sebagai pelindung tubuh mengalami kelainan. Tubuh tidak dapat membedakan antara benda asing yang harus dimusnahkan dengan jaringan tubuh sendiri yang bermanfaat untuk kelangsungan hidup.
Akibatnya, yang diserang adalah jaringan tubuh sendiri dan menyebabkan kerusakan pada organ tubuh seperti pada paru-paru, darah, kulit, ginjal, otak, jantung, dan lainnya. Kerusakan pada organ tubuh vital selanjutnya menyebabkan penderita Lupus yang disebut Odapus semakin lemah dan sakit.
B.   Tanda dan Gejala Penyakit
Adapun tanda dan gejala penyakit Lupus ialah :
  1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
  2. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
  3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
  4. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit Lupus ini
  5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan.
C. Penyebab Penyakit Lupus
1.      Faktor Genetik : Tidak diketahui gen atau gen – gen apa yang menjadi penyebab penyakit tersebut, 10% dalam keluarga Lupus mempunyai keluarga dekat ( orang tua atau kaka adik ) yang juga menderita lupus, 5% bayi yang dilahirkan dari penderita lupus terkena lupus juga, bila kembar identik, kemungkinan yang terkena Lupus hanya salah satu dari kembar tersebut.
2.      Faktor lingkungan sangat berperan sebagai pemicu Lupus, misalnya : infeksi, stress, makanan,  antibiotik (khususnya kelompok sulfa dan penisilin), cahaya ultra violet (matahari) dan penggunaan obat – obat tertentu.
3.      Faktor hormon, dapat menjelaskan mengapa kaum perempuan lebih sering terkena penyakit lupus dibandingkan dengan laki-laki.  Meningkatnya angka pertumbuhan penyakit Lupus sebelum periode menstruasi atau selama masa kehamilan mendukung keyakinan bahwa hormon, khususnya ekstrogen menjadi penyebab pencetus penyakit Lupus. Akan tetapi  hingga kini belum diketahui jenis hormon apa yang menjadi penyebab besarnya prevalensi lupus pada perempuan pada periode tertentu yang menyebabkan meningkatnya gejala Lupus masih belum diketahui.
4.      Faktor sinar matahari adalah salah satu kondisi yang dapat memperburuk gejala Lupus. Diduga oleh para dokter bahwa sinar matahari memiliki banyak ekstrogen sehingga mempermudah terjadinya reaksi autoimmune.  Tetapi bukan berarti bahwa penderita hanya bisa keluar pada malam hari. Pasien Lupus bisa saja keluar rumah sebelum pukul 09.00 atau sesudah pukul 16.00 dan disarankan agar memakai krim pelindung dari sengatan matahari.  Teriknya sinar matahari di negara tropis seperti Indonesia, merupakan faktor pencetus kekambuhan bagi para pasien yang peka terhadap sinar matahari dapat menimbulkan bercak-bercak kemerahan di bagian muka.kepekaan terhadap sinar matahari (photosensitivity) sebagai reaksi kulit yang tidak normal terhadap sinar matahari.

          D. Cara Mencegah Penyakit Lupus
Karena penyakit ini menyerang bagian kulit sebaiknya hindari terpaan sinar matahari secara langung dan berkelebihan. Selain itu anda juga harus berganti pola hidup anda dengan pola hidup sehat seperti olah raga yang teratur mengganti menu makanan anda dengan di banyaki sayuran dan buah-buahan. Dalam makanan sendiri anda juga harus memperhatikan kandungannya, untuk lebih baiknya sebaiknya konsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin D dan protein. Selain itu waspadai juga penyakit yang menyerang bagian pencernaan, namun karena penyakit ini termasuk penyakit genetik sehingga ada juga yang di sebabkan oleh keturunan. Secara ringkas, dapat disebutkan cara pencegahan penyakit Lupus ialah :
  1. Menghindari stress
  2. Menjaga agar tidak langsung terkena sinar matahari
  3. mengurangi beban kerja yang berlebihan
  4. menghindari pemakaian obat tertentu.
E.  diagnosa lupus

Jika seseorang diduga menderita lupus, maka perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk membuktikan diagnosa tersebut. Pemeriksaan laboratorium juga berguna untuk memastikan alat tubuh apa saja yang terkena. Pemeriksaan yang sering dilakukan adalah antinuclear antibody (ANA) dan anti-double stranded DNA (drDNA) dan anti-smith antibodies (Sm). Pemeriksaan laboratorium akan dipadukan dengan pemeriksaan klinis dokter untuk menyatakan apakah menderita lupus atau tidak dan seberapa jauh kerusakan alat tubuh yang terjadi akibat lupus.

F.     pencetus lupus kambuh

Lupus dapat dicetuskan oleh paparan sinar matahari dan infeksi. Jika lupus kambuh akan timbul kemerahan pada wajah atau kulit lainnya dan kemudian terjadi pula gangguan pada alat tubuh-alat tubuh lainnya. Terkadang lupus dicetuskan oleh kehamilan dna persalinan. Oleh karena itu penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika tidak dapat menghindari paparan sinar matahari, terkena infeksi (misalnya: batuk pilek yang tidka sembuh-sembuh), sewaktu hamil dan akan menjalani persalinan.
G.  mengobati lupus
Pengobatan lupus tergantung dari berat-ringannya dan alat tubuh mana yang terkena. Untuk itu diperlukan pemeriksaan medis secara berkala. Jika terdapat gejala ringan dapat diberikan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) dan anti malaria (seperti Chloroquine). Jika terdapat gejala yang berat dab beresiko mengancam jiwa, maka diberikan Steroid (seperti Prednison, Metilprednisolon) dan obat imunosupresif (seperti azathioprine, cyclophosphamide, mycophenolate mofetil dan cyclosporine).
Obat-obat tersebut memang berguna untuk mengobati lupus, tetapi mempunyai beberapa
efek samping. Efek samping yang ditimbulkan beragam dari ringan sampai berat dan terkadang baru dirasakan setelah jangka waktu lama.

H.   Efek samping yang sering dirasakan
*      Nyeri ulu hati
*      Mual dan kadang disertai muntah
*      Tekanan darah tinggi
*      Berat badan meningkat
*      Muka menjadi bulat
*      Osteoporosis
*      Rambut rontok
*      Meningkatnya resiko infeksi (misalnya: tuberkulosis)
*      Setelah perbaikan, maka dosis dan jenis oabat akan dikurangi secara bertahap.